Hari kedua MPLS SMK Plus NU Sidoarjo diisi materi SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana). Materi tersebut dianggap penting karena menyangkut keselamatan peserta didik dan seluruh warga sekolah.
Pemateri SPAB Fatich Masturo menjelaskan tujuan disampaikannya materi itu agar warga sekolah siap siaga menghadapi bencana yang terjadi sewaktu-waktu.
“Ini adalah upaya penanganan yang tepat yang bisa diajarkan untuk pencegahan sejak dini dan terlatih bersikap tenang,” jelas Fatich saat memberikan materi, Selasa (14/7/2026) di aula SMK Plus NU Sidoarjo.
Ia menambahkan, anak-anak juga dilatih memahami kondisi lingkungan sekolah yang memiliki potensi ancaman atau bahaya.
Selain itu, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian untuk menciptakan lingkungan aman dan nyaman.
“Setidaknya mereka mendapatkan pengetahuan tentang teknik dan prosedur mengatasi bencana di sekolah,” kata Fatich.
Materi SPAB jadi seru saat seluruh warga sekolah melaksanakan simulasi gempa. Setelah sirine pertama di bunyikan mereka melakukan 3 hal penting, yakni Down (merunduk); Cover (melindungi kepala di bawah meja); Hold on (berpegang pada kaki meja.
Lalu sirine kedua, para peserta simulasi diarahkan keluar dari gedung menuju lapangan sekolah. Sebanyak 305 siswa ikut dalam simulasi gempa.
Salah satu siswi Skanusda, Natasya Elsa Putri kelas X-Farmasi mengatakan bahwa ia sangat senang saat mengikuti simulasi gempa.
“Saya senang ikut materi ini. Karena selain tambah wawasan, simulasinya seru,” ungkap Elsa.
Usai kegiatan tersebut Ia pun merasa perlu mengedukasi orang-orang terdekat supaya memiliki wawasan kebencanaan. (Natasya)












Add Comment