Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) 81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMK Plus NU Sidoarjo dilaksanakan selama seminggu. Peringatan tersebut diawali dengan upacara bendera kemudian dilanjutkaan dengan berbagai macam perlombaan, Senin hingga Jumat (17-19/8/2026). Pelaksanaan lomba dilakasanakan di lapangan sekolah dan aula.
Mengawali gelaran perlombaan panitia mengadakan Musical Chair pada hari Selasa. Lomba tersebut mengharuskan peserta berjalan dan menari mengelilingi kursi. Saat musik berhenti, seluruh peserta adu kecepatan menggapai dan duduk di kursi yang kosong. Yang bisa menempati kursi tersebut dinyatakan lolos ke putaran selanjutnya.
Perlombaan juga diramaikan dengan memasukkan paku ke dalam botol. Peserta terdiri dari lima orang yang kemudian berlari menuju botol tanpa memegang paku. Mereka harus menjaga tarikan supaya paku bisa dimasukkan ke botol.
Sementara itu, pada Rabu terdapat dua lomba yakni lomba kipas ikan dan estafet pingpong. Lomba kipas ikan mengharuskan peserta mendorong ikan dengan angin dari kipas agar bergerak maju menyusuri lintasan.
Lalu di siang hari ada lomba estafet pingpong air. Lomba tersebut menuntut kekompakan tim. Satu tim terdiri dari tiga orang. Peserta harus mengambil air di bak lalu mengisi di gelas pada kaki pemain kedua, lalu berjalan ke pemain ketiga dengan posisi gelas berada di kaki pemain.
Pemain ketiga harus menuangkan air kedalam gelas yang berisi bola pingpong, lalu bola di dalam gelas berisi air tersebut ditiup ke gelas selanjutnya hingga mencapai finish.
Salah satu peserta lomba, Natasya Elsa Putri X-Farmasi mengatakan bahwa lomba-lomba itu terasa sangat meriah.“Lomba-lombanya seru semua. Seru karena rame-rame. Meski kelas saya tidak juara, tapi memuaskan banget sih,” ucapnya.
Sementara itu, kepala SMK Plus NU Sidoarjo M. Zakariya mengaku senang dengan perlombaan yang digelar tahun ini. Pasalnya, selain mencerminkan semangat juang juga menuntut keterampilan.
“Perang sekarang tidak menggunakan senjata, namun dengan teknologi. Sejak dini anak-anak harus disiapkan untuk terampil supaya bisa berperperang dan bersaing,” kata Zakariya.
Ia menegaskan, anak-anak inilah benteng bagi negara dalam perang persaingan global. Sehingga mereka harus disiapkan mulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan. (Natasya)













Add Comment