SMK Plus NU Sidoarjo (Skanusda) sukses gelar Ujian Kecakapan Khusus Penegak Bantara & Laksana. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari di bumi perkemahan Lumbung Wit-witan Trawas, Mojokerto.
Pembina Pramuka Skanusda Fatich Masturo menjelaskan, kegiatan kali ini diikuti anak-anak pilihan. Artinya, kegiatan khusus bagi anak-anak yang memiliki kemampuan leadership dan kecakapan tertentu.
“Karena Pramuka sudah tidak diwajibkan maka kami memberikan kesempatan kepada anak-anak yang paham pentingnya Pramuka,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan, Ahad (28/6/2026).
Ia menambahkan, berbagai materi kecakapan hidup diajarkan selama 3 hari. Selain itu, mereka diberikan bekal hidup bersama alam dengan melaksanakan penjelajahan selama sehari penuh.

Kepala SMK Plus NU Sidoarjo M. Zakariya berharap, Pramuka sebagai wadah yang bisa memberikan bekal kepada anak-anak untuk bisa melakukan transformasi dan inovasi. Pasalnya, zaman menuntut mereka tak hanya bagus secara akademik tetapi cerdas dalam membaca peluang.
“Semoga ke depannya kegiatan Pramuka semakin baik, lebih inovatif, dan terus mengalami peningkatan dalam kualitas pelaksanaannya,” ujar Zakariya.
Ia pun mengapresiasi ekstrakurikuler Pramuka di sekolah. Pasalnya, mendorong anak-anak unt rajin, terampil, dan selalu gembira.
Zakariya menjelaskan, Rajin berarti disiplin mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan setiap kegiatan dengan baik ; Terampil berarti memiliki kemampuan yang dikuasai sendiri sebagai bekal hidup dan modal menjadi pribadi yang cakap serta pemimpin; Gembira berarti menjalani setiap proses dengan semangat, pantang menyerah, dan terus mencoba saat gagal.
Bang Jek, sapaannya pun memaparkan makna Tunas Kelapa yang jadi simbol Pramuka. Bahwa setiap Pramuka harus jadi pribadi yang bermanfaat, bahagia, terus berkembang, tidak mengeluh, dan siap menghadapi berbagai tantangan. (Cah)












Add Comment