Teriakan yel-yel terus menggema dari peserta Ujian Kenaikan Tingkat Pagar Nusa SMK Plus NU Sidoarjo ke IX 2026 kala mereka berada di aula utama sekolah.
Semangat mengikuti setiap materi dan tak kenal lelah mereka tunjukkan hingga selesai kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jum’at Sabtu 5-6 Juni 2026.
Mengusung tema “Kokoh menjaga tradisi, mencetak kader tangguh, berakhlak, Istiqomah dan berkhidmat untuk NKRI dan NU”, Pagar Nusa Skanusda terus berupaya eksis dalam menjaga tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah melalui kegiatan UKT ini.
UKT Pagar Nusa SMK Plus NU Sidoarjo adalah bagian dari proses pembelajaran PJOK yang wajib dipelajari seluruh siswa.

Bertujuan untuk menyiapkan generasi yang tangguh dengan perkembangan zaman secara ilmu, akhlaq dan spiritual dalam kondisi apapun.
Kegiatan dibuka oleh Ketua PC Pagar Nusa Sidoarjo, Nurul Huda, M.PdI. Dalam sambutannya beliau mengatakan “pendekar Pagar Nusa harus bisa menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang santri NU. Mempeng dalam mencari ilmu, serta mengamalkan ilmu sesuai syariat Islam ala ahlussunah wal jamaah” tegasnya.
Disamping itu, yang lebih menarik dalam UKT kali ini adalah hadirnya sosok motivator, akademisi serta aktivis dari Sekretaris Lembaga Akademi Angkatan Laut RI yakni Laksamana Muda Bapak Dr. H. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.tr., Opsla., CIQar., CIQnr., CIIQA. yang juga pernah menjabat sebagai Dewan Pembina Pagar Nusa Sidoarjo.
Abah Asep, begitu sapaannya menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa militansi di dalam menggapai cita-cita diwarnai oleh ilmunya Pagar Nusa. Jadi, ilmu umum harus seiring sejalan diimbangi dengan kemampuan individual yang harus dimiliki dan diikuti dengan membentuk karakter-karakter yang militan. Tidak pantang menyerah.
“Kuatnya bangsa ini karena kuatnya jiwa pendekar-pendekar, santri-santri yang menghargai Guru dan ilmunya. Dengan mengedepankan akhlaqul karimah kepada siapapun dan dimanapun” terang Abah Asep.

Pencak silat bukan sekedar bela diri, melainkan simbol kekuatan, keberanian, dan pengendalian diri yang sesungguhnya.
Kehadirannya bukan untuk menghadirkan konflik, tetapi untuk membekali diri dengan kesiapan menghadapi berbagai situasi dengan tenang dan penuh pertimbangan.
Kekuatan fisik, ketajaman pikiran, ketegasan dalam pengambilan keputusan, semua dilalui dengan latihan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Tanggapan salah satu peserta dari kelas X Akuntansi Talita Sani Azalia setelah mengikuti kegiatan UKT ini adalah “Awalnya saya merasa takut, pasti bakal menyeramkan. Tapi ternyata seru. Tantangannya adalah harus menghafalkan materi sebanyak itu yang sudah diajarkan Bu Fatich. Menyiapkan mental dan fisik supaya semuanya lancar dan lulus ujian. Surprise plus shock aja sih karena tiba-tiba ada ujian seperti ini di SMK. Manfaat setelah mengikuti ujian silat yaitu, buat kesehatan jiwa dan raga kita, pokonya baru kerasa sesudahnya” imbuhnya dengan lantang.
Manusia hebat bukan yang tak pernah jatuh, melainkan yang selalu bangkit, kuat dan terkendali.
Reporter: Fatich Masturo, S. Pd. ( Guru PJOK)











Add Comment