Tak semua siswa memiliki kemampuan dan keterampilan menulis yang baik dan benar. Hal tersebut harus dibangun dan dimulai dengan berbagai cara. Misalnya dengan menggelar pelatihan jurnalistik kepada para siswa.
Kepala SMK Plus NU Sidoarjo Nur Muchamad Sholichuddin mengatakan, pelatihan jurnalistik dinilai sangat penting diberikan kepada para siswa. Tujuannya agar para siswa terhindar dari berita hoax atau palsu.
“Nah kami berharap anak didik kami nantinya bisa menjadi pioner pada kalangan anak muda untuk menyampaikan informasi di media sosial sesuai dengan fakta dan yang baik,” katanya.
Menurutnya, mereka dapat menyampaikan informasi mengenai aktivitas belajarnya dan menyangkut sekolahnya masing-masing. Sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan yang diaplikasikan dengan berbagai bentuk tulisan.
Menurutnya, tulisan tersebut dapat berupa berbagai macam tulisan. Mulai dari berita, hingga cerita pendek (cerpen) yang dapat dipublikasikan di akun media sosialnya masing-masing. Sehingga menjadi dinilai yang positif bagi sekolah.
“Makanya pelatihan jurnalistik ini kami singkronisasikan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Jadi P5 memiliki output melatih skill menulis siswa,” terangnya.
Salah satu pelatihan jurnalistik tersebut diberi nama Pelajar Jurnalistik (Arlistik). Sebuah kegiatan untuk menambah skill dan kemampuan menulis. “Jadi bahasanya adalah literasi yang baik diawali dari kegiatan ini,” imbuhnya. (far/vga)
sumber :
https://radarsidoarjo.jawapos.com/darjo-nyel/15/01/2023/bangun-keterampilan-menulis-dengan-arlistik/











Add Comment