Pada Jumat (24/11/2023) pagi segenap warga SMK Plus NU Sidoarjo (Skanusda) dikejutkan dengan keributan di halaman sekolah. Keributan tersebut melibatkan peserta didik laki-laki kelas XI.
Kejadian itu terjadi setelah aktivitas salat duha bersama yang dilakukan setiap hari. Anak-anak perempuan yang berada di dalam aula pun histeris melihat keributan yang disertai saling pukul antara anak laki-laki.
Melihat kejadian itu beberapa guru pun segera ke halaman sekolah untuk melerai. Namun, saking banyaknya anak-anak yang terlibat keributan menjadikan guru-guru kesulitan memisahkan anak-anak. Bahkan, salah seorang guru turut menangis histeris.
Kejadian kali ini merupakan adegan prank yang sengaja dilakukan anak-anak untuk memperingati Hari Guru Nasional (HGN) (25/11/2023). Pasalnya anak-anak ingin memberikan kejutan kepada guru-guru dan warga sekolah lainnya.
Usai nge-prank, anak-anak ternyata menyiapkan bingkisan yang diberikan kepada guru-guru. Mereka pun mengucapkan selamat dan meminta maaf atas aksi tersebut.
Ketua Pimpinan Komisariat Skanusda Fafirullah Al Habsyi A. Ibat menjelaskan, ia bersama anak-anak yang tergabung dalam PK sengaja merancang aksi tanpa diketahui guru-guru. Ia pun mengaku sempat kebingungan karena belum menemukan ide yang cocok.
“Awalnya sempat bingung, karena tidak menemukan ide,” terang Ibat, sapaannya.
Hingga akhirnya beberapa anak kelas XI dari jurusan DKV dan Animasi mengusulkan untuk membuat adegan seperti pagi ini. Beberapa property pendukung pun disiapkan seperti smoke bomb, bunga, dan bucket hingga lagu ibu-bapak guru.
Aksi yang dipersiapkan 3 hari sebelumnya itupun berlangsung sesuai rencana. Target mengejutkan guru-guru dan warga sekolah tercapai. MeskiĀ prank guru-guru merasa terharu atas kegiatan tersebut. (Fidela/Nayla)












Add Comment