SMK Plus NU Sidoarjo menggelar lomba pencak silat antar kelas selama dua hari mulai Rabu hingga Kamis (10-11/122025). Acara bertema Invitasi Pencak Silat tersebut merupakan wadah mematangkan kemampuan bagi calon atlet muda sekolah. Selain itu, sebagai media refreshing pasca melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS).
Pembina Pagar Nusa SMK Plus NU Sidoarjo Fatich Masturo, S.Pd menyampaikan bahwa lomba bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sportif bagi anak-anak.
Atlet-atlet terbaik dari masing masing kelas ditandingkan di arena yang disediakan sekolah. Kategori yang dipertandingkan mulai kelas A hingga L dengan berat 39 sampai 87 Kilogram. Selain itu, ada kategori kelas bebas untuk 87 hingga 99 Kilogram.
“Harapan saya sebagai pembina, setelah kalian mengikuti ini tumbuh sportivitas,” harap Fatich.
Kepala sekolah SMK Plus Nahdlatul Ulama Sidoarjo M. Zakariya, S.Pd., M.Pd, menegaskan, siswa harus bersyukur karena semua peserta didik SMK Plus NU Sidoarjo berkesempatan belajar bela diri. “Pagar Nusa digunakan untuk bela diri, bukan untuk menyakiti atau menyerang orang lain. Itu prinsip,” tegasnya.
Salah satu peserta invitasi dari kelas XI DKV bernama The Richie membagikan pengalamannya saat bertanding. Sayangnya, ia terhenti di semifinal kelas F. “Saya sedikit kesulitan, karena belum terlalu pandai dalam pencak silat, dan baru terjun dalam dunia pencak silat atlet,” ungkapnya.
Richie membutuhkan waktu 1 minggu sebelum lomba dimulai. Sebagai murid yang masih baru, ia mengaku bahwa Pagar Nusa SMK Plus NU sangat bermanfaat bagi siswa yang ingin berprestasi. Dari awalnya yang tidak bisa akan dilatih sampai bisa. (Satria)











Add Comment